HSMSSA
Rabu, 04 November 2020
Sabtu, 01 Juni 2019
Di penghujung ramadhan
Bismillahi Hirohmannirohim
Assalammu alaikum wr wb
Di penghujung Ramadhan
Tak terasa hampir satu bulan Ramadhan ini menemani kita , menjadi tamu agung yang membawa banyak keberkahaan dan ampunan.
Bulan Tarbiyah dan bulan pembinaan yang sebentar lagi akan pergi meninggalkan kita.
Kita di bina untuk dapat bersabar
Kita di bina untuk dekat dengan Al Qur'an
Kita di bina untuk menunaikan kewajiban
Dalam surat Mulk ayat 2.
Aladzi kholkol mauta wal hayat liyab lu wakum ayukum ah sanu amala. Wa hual azizul gopar.
Artinya : Allah lah yang menciptakan kematian dan Allah pula yang menghidupkan
Rabu, 10 Mei 2017
Umar surat An Naba
SEBUAH PELAJARAN YANG SANGAT BERHARGA
------------------------------
KISAH NYATA MENGGUGAH JIWA
Ini tulisan Ary Ginanjar Agustian
(Renungan Kisah Nyata)
Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di situ. Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat.
Dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang. Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu. Sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.
Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih Dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan, tutur katanya lembut namun tegas. Dari penampilannya yg menarik tsb, saya jadi penasaran, apa kira2 isi khotbahnya.
Ternyata betul dugaan saya! Isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan. Banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)., bahkan ada yg sampai tersedu sedan.
Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”.
Seorang anak berumur 10 th namanya Umar. Dia anak pengusaha sukses yg kaya raya. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta. Tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal. Tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah, karena uangnya berlimpah.
Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang, agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya.
Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.
“Waduuuh saya sibuk ma, kamu aja deh yg datang.” begitu ucap si ayah kpd isterinya.
Bagi dia acara beginian sangat nggak penting, dibanding urusan bisnis besarnya. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam, sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya. Dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya, sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya.
Nah karena diancam isterinya, akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an. Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.
Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang, sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung.
Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2. Ada yg menyanyi, menari, membaca puisi, pantomim. Ada pula yg pamerkan lukisannya, dll. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka.
Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya...
“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief.” tanya si Umar kpd gurunya. Pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu.
”Oh boleh..” begitu jawab gurunya.
Dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung.“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya.
”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.
“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah.”
Lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan) dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram).
Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu, termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang.
”Stop, kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna. Sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar.
Lalu Umarpun membaca ayat 9.
”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief, "Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”.
Si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai."
“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak,” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya.
Para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya. Lalu pak Arief bertanya kepada Umar, ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain?” begitu tanya pak Arief penasaran.
Begini pak guru, waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, Bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW, ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab, "Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim).
“Pak guru, saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak, sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orangnya..”
Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb…
Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengan teriakan “Allahu Akbar!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung.
Ternyata dia ayah si Umar, yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak, bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.
”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu, tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama, apalagi mengajarimu membaca Al Quran.” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya.
”Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak, ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak. Ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2.
Subhanallah... Sampai di sini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh. Semua jama’ahpun terpana, dan juga mulai meneteskan airmatanya, termasuk saya.
Diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya, luar biasa haru. Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu. Mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya, mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kepada anaknya, mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya membaca Al Quran, atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya.
Dan semua, dengan alasan sibuk urusan dunia...! Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat, dan lebih sibuk dengan urusan dunia, padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini, seperti firman Allah SWT dalam
Q.S. Al-Anam ayat 32:
”Dan tiadalah kehidupan DUNIA ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh KAMPUNG AKHIRAT itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”...
Astagfirullah... Innallaaha ghofururrohim, hamba mohon ampunan kepada Allah.Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
Wallahu ‘alam bish shawab.
---------- 😊😊 -------------
( SEMOGA BERMAMFAAT )
Sabtu, 20 Agustus 2016
Kiamat
Assalamualaikum Wr.Wb dan maaf numpang lewat sebentar ya kawan.
Tulisan Ust. Yusuf Mansur Tentang 'KIAMAT' Yang Bikin kita Sadar!!!
"KIAMAT" oleh Ust Yusuf Mansur
Suatu tanda bahwa hari kebangkitan akan tiba sebentar lagi::
4:00 pagi kita bangun solat subuh, kemudian kita bersiap2 utk ke tempat kerja, sampai kantor pukul 7:00 pagi, hari masih gelap.
Mungkin kita anggap hari ini akan hujan, jadi abaikan.
Masuk kantor, bekerja dan kita lihat pukul 12:00 siang, sudah waktunya makan siang, tapi keadaan masih tetap gelap.
Keluar pintu kantor, suasana masih gelap, hitam pekat seperti malam..mungkin masih bisa dianggap hari ini akan hujan lagi.
Jadi abaikan saja.
Tapi kalo jam 14:00 pm pun hari masih gelap.. pertanda apa itu?..
keesokkan pun sama, nonton tv semua orang kalang kabut menceritakan bahwa dunia ini sudah tidak ada lagi siangnya..dan begitu juga dengan lusa..masih tidak ada lagi matahari..
Tetapi pada hari keempat kita bangun pagi, kita dapat melihat matahari, tetapi jangan terkejut karena matahari telah terbit dari sebelah barat..
Kehebatan ahli dunia akan mengatakan itu fenomena alam, tapi sadarkah, itulah pertanda besar yang paling awal sebelum tibanya hari kiamat!!
Maka telah tertutuplah pintu taubat..
Saat itu, kita akan lihat satu fenomena luar biasa di mana golongan kaya akan keluarkan semua hartanya utk diinfakkan,
Golongan yang tidak pernah baca quran,akan rela 24 jam untuk baca Al qur'an,
Golongan yang tak pernah solat jemaah akan berlari2 dan berbondong bondong menunaikan solat secara berjemaah..
tapi sayangnya semuanya sudah tidak berguna lagi..karena Kiamat telah terjadi
Bismillahirrahmanirrahim.
Kenapa kita tidur saat Allah memanggil?
Tapi kita sanggup menahan kantuk saat menonton film atau menonton tv selama 3 jam?
Kenapa kita bosan saat baca al-qur'an?
Melainkan kita lebih rela membaca timeline twitter, wall facebook, novel atau buku lain?
Melihat tv pagi, siang, malam?
Kenapa kita senang sekali mengabaikan pesan dari Allah?
Tapi kita sanggup memforward pesan yang aneh-aneh?
Kenapa masjid semakin kecil dan sepi ?
Tapi bar dan club, mall semakin besar dan ramai ?
Kenapa kita lebih sangat senang menyembah ARTIS?
Tapi sangat susah untuk menemui ALLAH?
Pikirkan itu !!!
Apakah anda akan menforward pesan ini?
Apakah anda akan mengabaikan pesan ini karena takut ditertawakan dengan kawan yang lain?
Allah Berkata: "Jika kamu menyangkal Aku di depan teman-temanmu, Aku akan menyangkal kamu pada saat hari penghakiman..."
"Barang siapa yang menyampaikan 1(satu) ilmu saja dan ada orang yg mengamalkan, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala
-renungkanlah..
Bacalah
KIAMAT menurut Agama Islam di tandai dgn:
- Kemunculan Imam Mahdi
- Kemunculan Dajjal
- Turunnya Nabi Isa (AS)
- Kemunculan Yakjuj dan Makjuj
- Terbitnya matahari dari Barat ke Timur
- Pintu pengampunan akan ditutup
- Dab'bat al-Ard akan keluar dari tanah & akan menandai muslim yang sebenar2nya
- Kabut selama 40 Hari akan mematikan semua orang beriman sejati shg mereka tidak perlu mengalami tanda2 kiamat lainnya
- Sebuah kebakaran besar akan menyebabkan kerusakan
- Pemusnahan/runtuhnya Kabah
- Tulisan dalam Al-Quran akan lenyap
- Sangkakala akan ditiup pertama kalinya membuat semua makhluk hidup merasa bimbang dan ketakutan
- Tiupan sangkakala yang kedua kalinya akan membuat semua makhluk hidup mati dan yg ketiga yang membuat setiap makhluk hidup bangkit kembali
Nabi MUHAMMAD SAW telah bersabda:
"Barang siapa yg mengingatkan ini kepada orang lain, akan Ku buatkan tempat di syurga baginya pada hari penghakiman kelak"
Kita bisa kirim ribuan bbm mesra, promote, bc yang tidak terlalu penting tapi bila kirim yang berkaitan dengan ibadah mesti berpikir 2x.
Allah berfirman : "jika engkau lebih mengejar duniawi daripada mengejar dekat denganKu maka Aku berikan, tapi Aku akan menjauhkan kalian dari syurgaKu"
Itulah yg dimaksud dajjal yg bermata satu: artinya hanya memikirkan duniawi drpda akhirat.
Kirim ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 org..
Jumat, 29 April 2016
Bersyukur
Puisi terakhir WS Rendra yang beliau buat sesaat sebelum beliau wafat.
Hidup itu seperti UAP, yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !! Ketika Orang memuji MILIKKU, aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja.
Bahwa mobilku adalah titipan-NYA,
Bahwa rumahku adalah titipan-NYA,
Bahwa hartaku adalah titipan-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-NYA ...
Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
"MENGAPA DIA menitipkannya kepadaku?"
"UNTUK APA DIA menitipkan semuanya kepadaku?"
Dan kalau bukan milikku, apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-NYA?
Malahan ketika diminta kembali,
kusebut itu MUSIBAH,
kusebut itu UJIAN,
kusebut itu PETAKA,
kusebut itu apa saja ...
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA ...
Ketika aku berdo'a, kuminta titipan yang cocok dengan KEBUTUHAN DUNIAWI,
Aku ingin lebih banyak HARTA,
Aku ingin lebih banyak MOBIL,
Aku ingin lebih banyak RUMAH,
Aku ingin lebih banyak POPULARITAS,
Dan kutolak SAKIT,
Kutolak KEMISKINAN,
Seolah semua DERITA adalah hukuman bagiku.
Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA, harus berjalan seperti penyelesaian matematika dan sesuai dengan kehendakku.
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku ...
Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan DIA seolah "Mitra Dagang" ku dan bukan sebagai "Kekasih"!
Kuminta DIA membalas “perlakuan baikku” dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku ...
Duh Tuhan ...
Padahal setiap hari kuucapkan,
“Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU ya Tuhan, AMPUNI AKU, YA Tuhan ...
Mulai hari ini, ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan dan menjadi bijaksana, mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH ...
Sebab aku yakin ENGKAU akan memberikan anugerah dalam hidupku ...
KEHENDAKMU adalah yang ter BAIK bagiku ..Ketika aku ingin hidup KAYA, aku lupa, bahwa HIDUP itu sendiri adalah sebuah KEKAYAAN.
Ketika aku berat utk MEMBERI, aku lupa, bahwa SEMUA yang aku miliki juga adalah PEMBERIAN.
Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT, aku lupa, bahwa dalam KELEMAHAN,
Tuhan memberikan aku KEKUATAN.
Ketika aku takut Rugi,
Aku lupa, bahwa HIDUPKU adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, kerana AnugerahNYA.
Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepadaNYA
Bukan karena hari ini INDAH kita BAHAGIA. Tetapi karena kita BAHAGIA, maka hari ini menjadi INDAH.
Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS. Tetapi karena kita OPTIMIS, RINTANGAN akan menjadi tak terasa.
Bukan karena MUDAH kita YAKIN BISA. Tetapi karena kita YAKIN BISA,
semuanya menjadi MUDAH.
Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM. Tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK.
Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.
Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar, cukuplah menjadi JALAN SETAPAK yang dapat dilalui orang.
Bila kita tidak dapat menjadi matahari, cukuplah menjadi LENTERA yang dapat menerangi sekitar kita.
Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang, maka BERDOALAH untuk kebaikan.... Semangat dan selamat beraktivitas,smoga Allah SWT melimpahkan berkah barokahnya rejeki yg halal buat kita dan keluarga kita....Aamiin...YRA
Rabu, 27 April 2016
Hayo semangat efektifkan waktu mua
Sekadar mengingatkan diri saya sendiri .
KITA MENGETAHUI...
TAPI SAYANG, KITA TIDAK MENGAMALKAN..
▶ Kita mengetahui, bahwa ucapan "Subhaanallaahi wa bihamdihi" sebanyak 100 kali dalam sehari akan menghapuskan dosa-dosa kita, walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan.
Akan tetapi sayang, Berapa byk hari kita yang berlalu tanpa kita mengucapkannya sedikitpun.
▶Kita mengetahui, bahwa pahala dua rakaat Dhuha setara dengan pahala 360 sedaqah,
akan tetapi sayang, Hari berganti hari tanpa kita melakukan sholat Dhuha.
▶ Kita mengetahui, bahwa orang yang berpuasa sunnah karena Allah satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan....
Tapi sayang, kita tidak mau menahan lapar.
▶Kita mengetahui, bahwa siapa yang menjenguk orang sakit akan diikuti oleh 70 ribu malaikat yang memintakan ampun untuknya. Tapi sayang,
kita belum juga menjenguk satu orang sakit pun minggu ini.
▶Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di surga...
Tapi sayang, kita tidak tergerak untuk membantu pembangunan masjid walaupun hanya dengan beberapa rupiah .
▶Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu janda dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang sholat sepanjang malam tanpa tidur.
Tapi sayang, sampai saat ini kita tidak berniat membantu seorang pun anak yatim.
▶Kita mengetahui, bahwa orang yang membaca satu huruf dari Al Qur'an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan di lipatgandakan sepuluh kali.
Tapi sayang, kita tidak pernah meluangkan waktu membaca Al-Qur'an dalam jadual harian kita.
▶ Kita mengetahui, bahwa haji yang mabrur, tidak ada pahala baginya kecuali surga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya.
Tapi sayang, kita tidak bersemangat untuk melaksanakannya, padahal kita mampu melaksanakannya.
▶Kita mengetahui, bahwa orang mukmin yang paling mulia adalah yang yang paling banyak solat malam, dan bahwasanya Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallaam dan para shahabatnya tidak pernah meremehkan solat malam di tengah segala kesibukan dan jihad mereka.
Tapi sayang kita terlalu meremehkan solat malam.
▶Kita mengetahui, bahwa hari kiamat pasti terjadi, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu Allah akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur.
Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu.
▶Kita sering menyaksikan orang-orang yang meninggal mendahului kita. Tetapi sayang, kita selalu hanyut dengan senda gurau dan permainan dunia seakan kita mendapat jaminan hidup selamanya.
Saya telah mengirimkan Nasihat ini kepada orang yg saya cintai kerana Allah, maka kirimkanlah nasihat ini kepada orang yang kamu cintai.
( AD-DIINU AN-NASHIIHAH )
Sabtu, 23 April 2016
Musa Hafidz Qur'an
بسم الله الرحمن الرحيم
#Pertemuan dengan Musa dan Abi-nya#
Bertempat di Masjid Sekolah Indonesia Kairo (SIK). Bapak La Ode Abu Hanafi menyampaikan beberpa pesan.
1. Untuk Ayah, seorang anak berhak dicarikan ibu yang shalihah.
Umar ibn khatab pernah ditanya tentang hak anak. Ada 3; mendapat nama yang baik, mendapat ibu yang shalihah, (lupa). Ibu yang shalihah akan mengajarkan ke Allah. Bayangin, sambil menyusui anaknya, si ibu sambil ngaji. Si anak mendengarkan lantunan dari ibunya.
Yang shalihah seperti apa? Semangat belajar agama, semangat mengamalkan agama Allah, mempraktikan agama Allah.
2. Ibu-ibu punya jadwal. Bukan hanya jadwal belajar, jadwal main. Anak-anak harus main. Dan ketika main nggak boleh diganggu. Jadwal belajar. Jadwal belajar ya harus belajar. Jadwal istirahat. Kendala yang ada dihadapi asatidz karena di rumah nggak didukung keluarga, nggak didukung untuk murojaah misalnya. Kalau anaknya di sekolah belajar, udah lemah, capek, di rumah malah main, nanti sakit. Jadwal makan harus makan, jadwal mandi harus mandi. Yang penting hidup harus teratur. Dan ibu harus ISTIQAMAH, jangan, "ah namanya juga anak-anak", lalu disepelekan. Jangan kalo ada teman main, terus "belanja yuk". Jangan !, bilang, "aku punya jadwal dengan anakku, ada jadwal belajar, ada jadwal main, ada jadwal murojaah"
Musa dididik langsung oleh ayahnya. Awalnya beliau ragu untuk menerapkan pendidikan mandiri, tapi beliau yakin, bahwa orang yang berilmu dan berjuang untuk ilmu akan terangkat, imma di dunia wa imma di akhirat.
Dulu beliau nggak ngebayangin Musa ngafal quran, tapi setelah dijalanin. Seluruh bidang diajarkan, MTK, B. Inggris, B. Arab, dll. Saya nggak fasih-fasih amat, tapi minimal bener.
Jangan tunggu kita ideal. Jangan tunggu kita qiroah sab'ah misal. Kalo mikir ke sana nanti putus asa duluan. Nanti ujungnya malah nggak diajarkan. Yang saya tanamkan, "apa yang saya tahu itu yang saya ajarkan. Malah berasa manfaatnya"
Musa murojaah 3 juz sehari, selesai jam 9 pagi. Kalau sekolah formal mulai jam 7, nggak cukup. Belum hadisnya; arba'in nawawi, umdatul ahkam, bulughul marom, doa-doa. Belum akidah, fiqih.
Contoh jadwalnya,
10 menit sebelum tidur. Saya beli kitab akidah, fiqih, saya beli 2 (anak yang bisa baca 2), mereka pegang satu-satu.
Mereka dijadikan imam, memang ada khilaf ulama, tapi itu shalat sunnah, nanti kalo salah - saya yang tegur. Lalu gantian, kadang saya jadi imam.
Ragu??
Kadang ragu. Tapi saya hantam keraguan itu. Kadang ragu masalah ijazah, tapi buktinya Pemda alhamdulillah sekarang malah percaya ke kami dan keluarga. Dan saat ini kami membawa nama negara.
Gedget dilarang. Contoh main fb lalai. Yang dewasa aja lalai, gimana anak-anak.
Kapan Musa mulai diajarkan menghafal Al-Quran? Dan pake metode apa? Dalam sehari kuat berapa lama ketika mengajar sekali duduk?
Mungkin tidak semua anak kemampuannya sama. Ya saya tahu itu. Yang saya fahami, ilmu (sebagaimana rizki yang lain) adalah takdir minallah. Takdir ini sir (rahasia). Awalnya saya juga seperti itu. Baca siroh, ibnu hajar hafal 9 tahun, "iya lah orang Mesir. Beda dong". Awalnya berpikir seperti itu. Jadi, rezeki memang rahasia. Iya, anak emang BEDA. Tapi siapa yang tau takdir Allah?? Lalu siapa yang tahu anak kita beda? Apa beda dengan imam suyuthi, dengan imam syafii? Siapa yang tahu? Yang kita bisa adalah ikhtiar.
Berapa lama?
Yang dialami, bisa 10 jam duduk. Tapi ada prosesnya. Prosenya? Ya itu, Ibu-ibu buat jadwal. Faidahnya jadwal, anak terbiasa hidup disiplin, terbiasa melawan hawa nafsu (main, dll). Kalau terbiasa displin nanti terbiasa menahan hawa nafsu. Misal anak biasa minum susu terus, lalu sususnya habis, jangan dikasih dulu, jangan bohong tapi, dijelaskan faidah sabar, sabar itu apa? awalnya nangis nggak minum susu dulu, lama-lama tahu apa itu sabar.
Pun ngaji, awalnya sekian menit, goyang-goyang, jangan diturutin, sambil dijelaskan. Kalau dia mau apa diturutin terus, nggak akan tercapai. Tapi ya sedikit-sedikit.
Awalnya ditalqin 5 menit ba'da subuh dan ba'da maghrib. Ba'da maghrib murojaah. Itu, awalnya 5 menit, sebelum 10 jam.
Gimana peran ibu??
Uminya itu yang ngajarin doa. Dari belum bisa ngomong, udah diajarin doa. Istri saya 'cerewet'. Mau ngapa-ngapain dibacain doa. Masuk kamar mandi dibacain doa, keras, sampe kedengeran di luar. Awalnya saya heran. Ternyata hasilnya mantap. Adenya Musa, umur 1 tahun, kalau bersin, yang Alhamdulillah uminya, sekarang udah 1 tahun lebih, kalo bersih reflek baca hamdalah, tapi ya belum fasih, "yaaah", gitu aja. Doa-doa, MTK, B.Inggris, bacaan shalat. Itu uminya yang ngajarin. Sekarang saya pergi safar, yang ngajarin di rumah siapa?? Asisten saya. Jadi saya pergi tenang, nggak kepikir, "siapa yang ngajarin anak di rumah?". Anak mau 5, sedang hamil besar, tapi baju saya rapi, disetrikain, rumah rapi. Siapa yang ngelakuin? Uminya. Itu nggak mudah. Yang ibu-ibu pasti paham. Itu faidah asisten shalihah.
Kalau bapak Musa 10 jam dengan Musa, padahal bapak-bapak kebanyakan mencari nafkah di luar rumah. Bagaimana dengan maisyah??
Harus punya sifat qonaah. Rasanya ini tabiat manusiawi. Namnya sempit harta, kepala pening. Dulu saya kerja nyari getah karet, alhamdulillah toko juga sepi, harga karet anjlok. Akhirnya saya kepikir, nyari banyak harta kapan ujungnya? Sedangkan umur nggak bisa diulang. Artinya anak harus segera diajarin.
Ngambil getah karet ba'da subuh- bagus, ngafal ba'da subuh juga bagus. Gimana kalo saya menghentikan ambil getah karet? (Dalam kondisi ekonomi mepet). Akhirnya diskusi dengan istri. Orang kafir aja diberi rizqi, apa mungkin Allah menyempitkan yang memperjuangkan kitabullah? Akhirnya berhenti sebagian mata pencaharian, tapi buahnya 30 juz ini. Setelah itu Alhamdulillah kelapangan. Semakin mudah (semoga bukan termasuk ujian saya), maka saya saya harus memberi kemudahan ke anak saya. Saya harus membuat anak saya pinter. Tapi balasannya Alhamdulillah.
Pernah ada keajaiban yang terjadi di Musa nggak? Ya nggak ada sih, 30 juz ini. Kalo di luar itu ya nggak ada seingat saya.
Doa khusus apa untuk Musa? Ketika proses seperti ini, bukan sesuatu instan, misal sejak mengandung, apa yang dilakukan?
Doanya banyak. Kita kan mau menanam, bibit harus bagus. Makanan yang halal, kalo makanan halal, keluar sarinya yang halal (sarinya laki-laki ini). Doa sebelum... artinya melindungi anak sejak sebelum lahir dari syaiton.
2 bulan lagi, ketika Ramdhan, beliau berdua akan ke Mesir lagi. Diundang dan mendapat penghargaan khusus dari Presiden Mesir.
*tulisan sangat random, hanya mengikuti jalannya pembicaraan. Tidak ada filter subjektif. Jika banyak yang terlewat atau kurang tepat, karena kealpaan pendengaran.
نستغفر الله من قول بلا عمل.
ربنا هب لنا من أرواجنا و ذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين اماما.
و صلى الله على سيدنا محمد الذي سكنت بالصﻻة عليه قلوب المؤمنين.
___________________________
Kairo, 7 Rojab 1437 H
1:06 PM