Jumat, 10 April 2015

ok bangeut

Copas dr group sebelah . .                      Mencari pengganti CEO.

Alkisah Seorang CEO. Dermawan hendak mewariskan perusahaan  kepada karyawan terbaiknya.

Untuk itu Ia memanggil seluruh karyawannya, dan memberikan masing" sebutir BENIH tanaman di tangannya dan berkata :
"sirami dg teratur, rawat & kembalilah setahun dari sekarang dg membawa tanaman yg tumbuh dri benih ini.
Yang  TERBAIK, pemiliknya akan menjadi penggantiku sbg CEO perusahaan ini."

Seorang karyawan, Toni plg k rumah. Stiap hari benih itu ia siram dg air dan diberinya pupuk.

Stlh 6 Bulan kemudian. Semua orang di kantor itu membicarakan tanamannya masing masing. Hanya  Toni yang diam membisu karena benih tanamannya tidak tumbuh sama sekali.

Toni merasa gagal.

Stlh 1 thn, tibalah saatnya sluruh eksekutif, berkumpul menghadap CEO untuk memperlihatkan hasil benih tanamannya.

Toni yang tidak berhasil menanam benih tanaman yg diberikan oleh CEO berkata pd istrinya bhwa ia tidak akn membawa pot yg kosong, ke kantornya.
Namun istrinya mendorong untuk menyatakan yg sebenarnya.
Toni menyadari bhw istrinya menyarankan HAL YANG BENAR

Ketika memasuki ruang aula penilaian , Toni membawa pot kosong.
Seluruh mata memandangnya dengan iba

Ktka CEO masuk ruangan Ia memandangi keindahan seluruh tanaman yang Ada,   hingga akhirnya bhenti ddpan Toni yg tertunduk malu dengan pot kosong.

Sang CEO memintanya k depan & menceritakan kronologisnya mengapa Pot nya kosong.

Ktika Toni selesai bercerita, CEO berkata..

"berilah tepuk tangan untuk Toni , sebagai CEO yg baru"

Ia berkata
"Semua  benih yang kuberikan kepada kalian ,  sebelumnya telah KUREBUS DENGAN AIR PANAS hingga mati & tdak mgkn tumbuh lg. Jika benih kalian dpt tumbuh, berarti kalian telah menukarnya & berbohong padaku. Kecuali Toni, hanya dia yang JUJUR"

Pesan moral :

"Tabur KEJUJURAN, menuai Kepercayaan

Tabur KETEKUNAN, menuai Kemenangan.

Tabur KERJA KERAS, menuai Kesuksesan

Jangan takut dan malu menjalani jika itu BENAR"

Raih Kesuksesan dengan berbekal kejujuran dan ketulusan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar